Double top

Pola double top adalah cara pasar menunjukkan bahwa harga telah mencapai batasnya. Pola ini terbentuk ketika harga mencapai puncak dua kali dengan penurunan kecil di antaranya, menciptakan pola grafik berbentuk M.
Pola ini biasanya merupakan sinyal bearish, yang berarti harga kemungkinan akan bergerak lebih rendah dari level support yang terbentuk di titik terendah di antara dua puncak. Hanya melihat dua puncak saja tidak cukup untuk membuat keputusan trading yang solid, jadi penting untuk mengonfirmasi level support ini.
Dalam pola ini, pasar mencoba mendorong lebih tinggi dua kali, tetapi selalu gagal karena penjual mengambil alih. Sering kali, puncak kedua tidak akan sama dengan ketinggian puncak pertama, yang menunjukkan bahwa momentum pembelian memudar.
Double bottom

Double bottom adalah kebalikan dari double top. Ini terjadi ketika harga pasar mencoba turun di bawah level support dua kali, tetapi gagal dua kali. Di antara upaya-upaya ini, harga naik sementara ke level resistance, membentuk bentuk W di grafik.
Pola ini dilihat sebagai sinyal pembalikan bullish dan menunjukkan bahwa tekanan jual mereda dan tren naik baru mungkin akan dimulai. Jadi, jika harga naik melewati resistance, itu adalah indikator yang menunjukkan bahwa pergerakan naik mungkin akan berlanjut. Di sini, sama halnya dengan double top, sebaiknya Anda mengonfirmasi level resistance sebelum masuk ke dalam trading melalui platform trading pilihan.
Head and shoulders

Pola head and shoulders adalah formasi grafik klasik dengan bentuk yang jelas. Ada sebuah puncak di tengah, titik tertinggi, yang merupakan kepala. Di kedua sisinya, ada dua puncak yang lebih pendek yang dikenal sebagai bahu. Ketiga puncak cenderung sejajar dengan level support yang disebut neckline.
Polanya bekerja seperti ini: pasar mencapai titik tertinggi dengan head, lalu mundur sebelum naik lagi untuk membentuk bahu pertama. Kemudian turun lagi dan naik untuk membentuk bahu kedua. Namun, tidak seperti titik tertinggi sebelumnya, puncak ketiga ini biasanya menembus neckline, menandakan pergeseran ke arah tren turun.
Pada dasarnya, pola head and shoulders menunjukkan bahwa momentum bullish memudar. Pasar mencoba mendorong lebih tinggi dua kali, tetapi gagal pada percobaan ketiga, yang mengisyaratkan bahwa ini adalah waktunya untuk bergerak turun. Ini mungkin merupakan kesempatan yang baik untuk memanfaatkan momen ini.
Rounded top dan bottom

Rounded top, yang terlihat seperti huruf U terbalik, menunjukkan bahwa pasar sedang bersiap-siap untuk penurunan. Di sisi lain, rounded bottom, berbentuk seperti huruf U, mengindikasikan bahwa tren naik mungkin akan terjadi. Tidak seperti pergerakan cepat yang terlihat pada double top dan bottom, pola rounded terungkap lebih lambat, dalam beberapa sesi.
Pada rounded top, pasar mulai kuat dengan nilai tertinggi yang lebih tinggi, tetapi secara bertahap mulai mendatar dan kemudian menurun, menunjukkan bahwa tekanan jual meningkat. Rounded bottom dimulai dengan momentum pembelian yang lebih sedikit. Saat pola terbentuk, minat beli tumbuh dan mendorong pasar lebih tinggi, mengisyaratkan potensi kenaikan.
Cup and handle

Pola cup-and-handle terlihat seperti rounded bottom dengan sedikit lengkungan. Dimulai dengan penurunan yang dalam dan membulat, diikuti dengan penurunan sekunder yang lebih kecil. Pola ini mirip dengan double bottom dengan sedikit langkah ekstra, menunda kenaikan tetapi tidak menghentikannya.
Pola ini menunjukkan potensi pembalikan ke atas. Pola ini menunjukkan bahwa setelah sedikit pergerakan ke samping, pasar siap untuk bergerak ke atas.
Cara trading dengan pola
Prinsip utamanya sederhana: Anda membeli dalam pengaturan bullish dan menjual dalam pengaturan bearish. Namun perlu diingat, baik itu pola grafik sederhana maupun canggih, tidak ada pola yang sempurna, jadi mengelola risiko adalah kuncinya.
Inilah cara Anda melakukan pendekatan terhadap trading pola:
Mengonfirmasi sebuah pola
Jangan langsung masuk. Tunggu dan pastikan polanya bertahan. Jika Anda melihat flag bullish, misalnya, tunggu beberapa lilin hijau setelah breakout untuk mengonfirmasi tren. Tentu saja, Anda mungkin akan kehilangan beberapa poin, tetapi ini lebih baik daripada merugi jika polanya gagal.
Jika Anda membutuhkan kepastian lebih lanjut, periksa level harga sebelumnya atau gunakan indikator momentum untuk konfirmasi tambahan.
Mengatur stop-loss Anda
Selalu lindungi diri Anda dengan stop-loss. Dengan begitu, Anda tidak akan kehilangan terlalu banyak jika keadaan memburuk.
- Untuk pola bearish, pasang order di atas harga tertinggi terakhir.
- Untuk pola bullish, letakkan di bawah titik terendah terakhir.
Contohnya, pada pola bull flag, tetapkan stop-loss tepat di bawah garis support untuk membatasi risiko Anda.
Memilih target profit
Ketahuilah waktunya mencairkan dana. Tentukan target profit sesuai dengan dimensi pola. Bila bull flag Anda memiliki kisaran 50 poin, targetkan keuntungan 50 poin di atas breakout.
Ini juga membantu Anda mengetahui rasio risiko-hasil. Bila stop loss Anda berada 25 poin di bawahnya, Anda memiliki rasio 1:2 yang solid - keseimbangan yang baik untuk sebagian besar trader.
Tabel ringkasan pola grafik trading
Pola | Deskripsi | Tren | Sinyal | Karakteristik |
Ascending triangle | Titik tertinggi tetap sama sementara titik terendah naik | Tren naik | Kelanjutan bullish | Harga terkonsolidasi, lalu menembus di atas resistance |
Descending triangle | Titik terendah tetap sama sementara titik tertinggi | Tren turun | Kelanjutan bearish | Harga berkonsolidasi, lalu menembus di bawah support |
Symmetrical triangle | Garis tren menyatu, sebuah pola yang menyempit | Tidak naik atau turun | Bisa bullish atau bearish | Harga menembus ke salah satu arah |
Flag | Garis tren paralel dengan konsolidasi singkat | Tergantung pada tren sebelumnya | Kelanjutan (bullish atau bearish) | Harga berkonsolidasi sebelum melanjutkan ke arah tren sebelumnya |
Wedge | Garis tren konvergen yang menyempit seiring waktu | Tergantung pada jenisnya | Bisa bullish atau bearish | Rising wedge = a bearish breakout; falling wedge = a bullish breakout |
Double top | Dua puncak dengan penurunan di antaranya | Tren turun | Pembalikan bearish | Pembalikan tren setelah puncak |
Double bottom | Dua palung dengan puncak di antaranya | Tren naik | Pembalikan bullish | Pembalikan tren setelah palung |
Head and shoulders | Puncak tinggi di tengah dengan dua puncak yang lebih rendah di kedua sisinya | Tren turun | Pembalikan bearish | Melemahnya momentum bullish dan potensi pembalikan tren pasar |
Rounded top | Puncak bertahap dalam bentuk kurva | Tren turun | Pembalikan bearish | Pergeseran lambat dari gerakan naik ke turun |
Rounded bottom | Palung bertahap dalam bentuk kurva | Tren naik | Pembalikan bullish | Pergeseran lambat dari gerakan turun ke naik |
Cup and handle | Rounded bottom diikuti oleh penurunan yang lebih kecil dan kemudian naik | Tren naik | Pembalikan bullish | Cup mengindikasikan konsolidasi, dengan pegangan yang membentuk pullback singkat sebelum menembus ke level tertinggi baru |
Tanya Jawab
Ada berapa jenis pola grafik?
Jawabannya tergantung kepada orang yang Anda tanyai. Beberapa orang mengatakan hanya ada tiga jenis yang sesuai dengan pergerakan harga - berlanjut, berbalik, atau konsolidasi. Orang lain mungkin menghitung lebih dari 70 pola yang berbeda, masing-masing dengan liku-liku dan nuansa yang unik.
Pola grafik mana yang paling dapat diandalkan?
Itu semua tergantung pada hal yang paling cocok untuk Anda. Sebuah pola grafik dapat cocok untuk satu trader dan tidak cocok untuk trader lainnya, jadi menemukan pola yang sesuai dengan strategi unik Anda adalah kuncinya.
Apa sajakah jenis-jenis pola grafik?
Dalam analisis teknis, grafik umumnya terbagi menjadi tiga pola grafik. Pola kelanjutan menyiratkan bahwa tren saat ini diperkirakan akan berlanjut setelah jeda singkat. Pola pembalikan menunjukkan perubahan arah tren. Terakhir, pola bilateral menandakan bahwa pasar dapat bergerak ke salah satu arah karena peningkatan volatilitas.
Apa yang diidentifikasi oleh pola grafik?
Pola grafik adalah representasi visual dari pergerakan harga di masa lalu pada grafik trading. Pola ini membantu mengidentifikasi tren dan bentuk yang berulang dan memberikan wawasan kepada para trader tentang potensi perilaku harga di masa depan.